Juragan mobil
Deneng: Fila aflacha a.k.
Pak beny lang bojone wong sing sugeh ning kota malang, uripe selalu kecukupan ogak kakeen setilah, gayane sederhana koyo wong sing gandue popo padahal wonge kaya raya. Mobile akeh. Bojone pak beny"pak tuku²o mobil gae koleksi ben nk ana uwong iso disileh". Pak beny" nggeh buk mengko aku tak masi² disik nk ana sing apik tak tukune. Pak beny arepe tuku mobil mau numpang bis amerga wonge pengen keliling kota tanpa numpak mobile dewe. Ing pinggir wes tekan perusahaan mobil mau. Pak beny karo penampilang gelandangan mau, pak beny langsung melbu ning njero karo masi masi. Teros asisten mau teko" awamu gelandangan mau kape opo kok melbu perusahaan kene( karo ngakak gakaruan)". Pak beny" arepe mileh² nk ana sing srek ape tumbas. Asisten mau langsung ngomong" haahahaha gelandangan kok pe tuku mobil yo ngipi" asisten mau langsung nyelok satpam, langsung pak beng digeret lan diusir satpam mau.. terys juragan mau teko langsung ngomong" hee ana opo iki kok ribut2 koyo ngene, iki lak pak beny sing juragan sapi, sing mau bengi aku di wa ape tuku mobil.. pak beny" nggeh pak. Langsung gak kakeen omong, juragan mobil mau langsung ngusir satpam lan asisten mau amerga gak ndue sopan santun lan tata krama, langsung dipecat. Terus pak beny mileh² mobil lan tuku mobil sing regone pol larang, langsung cass lan digowo muleh.
Tugas 2 translate
Belajar”
Hari Senin yang sangat cerah. Setelah anak-anak selesai malaksanakan upacara bendera, mereka semua menuju kelas nya masing masing untuk belajar di kelas nya.
Hari ini ada empat mata pelajaran yakni, matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Inggris, dan Sejarah.
Mata pelajaran yang pertama adalah matematika. Bapak guru menyuruh untuk ,engerjakan halaman 7 sampai 8.
Suasana di dalam kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal yang di berikan oleh bapak guru tersebut.
Setelah selesai, kemudian pak guru berpesan kepada murid-muridnya untuk mempelajari materi per-kalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu akan diadakan tes dadakan.
Setelah selesai melaksanakan proses belajar di sekolah, para siswa kemudian pulang kerumahnya masing-masing.
Dinda, Nuryati, dan Indah pulang bersama, mereka bertiga berjalan kaki karena memang jarak sekolah kerumah mereka tidak terlalu jauh.
“Setelah makan siang nanti kita bermain bersama ya?. Di rumahku ada boneka baru yang di belikan ayahku dari Bandung.” Pinta Indah kepada kedua temanya.
“Asyik.” Ucap Dinda dengan penuh kegembiraan.
“Gimana, Nur, kamu bisa ikut gak?”
“Aku tidak bisa ikut. Aku mau belajar saja, karena tadi kan pak guru berpesan untuk belajar untuk persiapan karena akan ada tes dadakan.” Sanjang Nuryati dengan polosnya.
Sesampai di rumahnya, Tika langsung ganti baju, makan siang, kemudian tidur siang agar malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan bisa konsentrasi.
Sesekali ia bertanya kepada ayahnya jika ada yang kurang paham dengan materi di buku.
Sedangkan Dinda dan Indah asyik bermain boneka hingga larut sehingga mereka tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harin nya mereka berangkat bersama, sesampai di kelas, ternyata memang ada tes dadakan.
Dinda dan Indah merasa kesulitan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh pak guru dan akhirnya mereka mendapat nilai jelek sehingga mereka harus mengulang tes susulan.
Lain halnya dengan Nuryati. Ia mendapat nilai terbaik di antara teman satu kelas nya karena dia sudah belajar dengan sungguh-sungguh sesuai nasihat gurunya. Bapak guru meminta agar Dinda dan Indah belajar dengan temannya, Nuryati.
“Wah, Nur, selamat ya, kamu mendapa nilai terbaik. Besok kita akan ikut belajar denganmu ya.” ucap Dinda pada Nuryati.
Deneng: Fila aflacha a.k.
Pak beny lang bojone wong sing sugeh ning kota malang, uripe selalu kecukupan ogak kakeen setilah, gayane sederhana koyo wong sing gandue popo padahal wonge kaya raya. Mobile akeh. Bojone pak beny"pak tuku²o mobil gae koleksi ben nk ana uwong iso disileh". Pak beny" nggeh buk mengko aku tak masi² disik nk ana sing apik tak tukune. Pak beny arepe tuku mobil mau numpang bis amerga wonge pengen keliling kota tanpa numpak mobile dewe. Ing pinggir wes tekan perusahaan mobil mau. Pak beny karo penampilang gelandangan mau, pak beny langsung melbu ning njero karo masi masi. Teros asisten mau teko" awamu gelandangan mau kape opo kok melbu perusahaan kene( karo ngakak gakaruan)". Pak beny" arepe mileh² nk ana sing srek ape tumbas. Asisten mau langsung ngomong" haahahaha gelandangan kok pe tuku mobil yo ngipi" asisten mau langsung nyelok satpam, langsung pak beng digeret lan diusir satpam mau.. terys juragan mau teko langsung ngomong" hee ana opo iki kok ribut2 koyo ngene, iki lak pak beny sing juragan sapi, sing mau bengi aku di wa ape tuku mobil.. pak beny" nggeh pak. Langsung gak kakeen omong, juragan mobil mau langsung ngusir satpam lan asisten mau amerga gak ndue sopan santun lan tata krama, langsung dipecat. Terus pak beny mileh² mobil lan tuku mobil sing regone pol larang, langsung cass lan digowo muleh.
Tugas 2 translate
Belajar”
Hari Senin yang sangat cerah. Setelah anak-anak selesai malaksanakan upacara bendera, mereka semua menuju kelas nya masing masing untuk belajar di kelas nya.
Hari ini ada empat mata pelajaran yakni, matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Inggris, dan Sejarah.
Mata pelajaran yang pertama adalah matematika. Bapak guru menyuruh untuk ,engerjakan halaman 7 sampai 8.
Suasana di dalam kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal yang di berikan oleh bapak guru tersebut.
Setelah selesai, kemudian pak guru berpesan kepada murid-muridnya untuk mempelajari materi per-kalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu akan diadakan tes dadakan.
Setelah selesai melaksanakan proses belajar di sekolah, para siswa kemudian pulang kerumahnya masing-masing.
Dinda, Nuryati, dan Indah pulang bersama, mereka bertiga berjalan kaki karena memang jarak sekolah kerumah mereka tidak terlalu jauh.
“Setelah makan siang nanti kita bermain bersama ya?. Di rumahku ada boneka baru yang di belikan ayahku dari Bandung.” Pinta Indah kepada kedua temanya.
“Asyik.” Ucap Dinda dengan penuh kegembiraan.
“Gimana, Nur, kamu bisa ikut gak?”
“Aku tidak bisa ikut. Aku mau belajar saja, karena tadi kan pak guru berpesan untuk belajar untuk persiapan karena akan ada tes dadakan.” Sanjang Nuryati dengan polosnya.
Sesampai di rumahnya, Tika langsung ganti baju, makan siang, kemudian tidur siang agar malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan bisa konsentrasi.
Sesekali ia bertanya kepada ayahnya jika ada yang kurang paham dengan materi di buku.
Sedangkan Dinda dan Indah asyik bermain boneka hingga larut sehingga mereka tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harin nya mereka berangkat bersama, sesampai di kelas, ternyata memang ada tes dadakan.
Dinda dan Indah merasa kesulitan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh pak guru dan akhirnya mereka mendapat nilai jelek sehingga mereka harus mengulang tes susulan.
Lain halnya dengan Nuryati. Ia mendapat nilai terbaik di antara teman satu kelas nya karena dia sudah belajar dengan sungguh-sungguh sesuai nasihat gurunya. Bapak guru meminta agar Dinda dan Indah belajar dengan temannya, Nuryati.
“Wah, Nur, selamat ya, kamu mendapa nilai terbaik. Besok kita akan ikut belajar denganmu ya.” ucap Dinda pada Nuryati.
Komentar
Posting Komentar